Minggu, 07 April 2013

pola asuh orang tua dalam keluarga


Pola Asuh Orang Tua[1] dalam Keluarga
         Pengertian pola asuh adalah ragam asuhan yang diberikan kepada anak agar anak dapat mencapai harapan atau tujuan perkembangan yang diinginkan. Pola asuh menunjukkan sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anaknya. Cara orang tua menerapkan aturan, mengajarkan nilai atau norama, memberi perhatian dan kasih sayang, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang baik sehingga dapat dijadikan contoh atau teladan bagi anaknya.
         D Baumridd membagi pola asuh pengarahan menjadi tiga, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Sedangkan Ronald P Rohner menjelaskan pengasuhan berdasarkan dimensi kehangatan yaitu penerimaan dan penolakan orang tua terhadap anak. Serta Socha dan Stamp menjelaskan pengasuhan anak berdasarkan dimensi yang terdiri dari pemaksaan kekuatan, penarikan kasih sayang dan induksi.
1. Pola Asuh Otoriter
Dalam pola asuh ini, orang tua sangat dominant dalam menentukan kehidupan anaknya, baik dalam menyusun serangkaian peraturan maupun mengawasi anak dengan sangat teliti sehingga anak kehilangan kebebasan dan kemandirian untuk bertingkah laku karena aturan yang kaku atau telat.
2. Pola Asuh Permisif
Dalam pola asuh ini, orang tua membebaskan keinginan anak untuk menyenangkan hati anak akibat dari kesibukan orang tua di luar rumah. Orang tua di sini memberikan kebebasan bagi anak untuk menentukan kehidupannya walaupun perbuatan yang dilakukan oleh anak itu salah, namun orang tua tidak melarangnya. Sehingga pola asuh seperti ini akan berdampak negatif bagi anak, seperti suka melawan, tidak percaya diri, arogan, dan lain-lain.      
3. Pola Asuh Demokratis
Dalam pola asuh ini, orang tua demokratis bersikap menjelaskan tuntunan pada anak dengan responsive terhadap kebutuhan anak, menyusun standar yang jelas dan mengawasi serta mengarahkan tingkah laku yang tepat untuk usia perkembangan dan pertumbuhan anak.
4. Pola Asuh Penerimaan Orang Tua ( Parental Acceptance )
Rohner menjelaskan bahwa penerimaan orang tua dengan kehangatan, kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh orang tua pada anaknya melalui dua macam ekspresi, yaitu secara fisik dan verbal. Kehangatan secara fisik misalnya: memeluk, mencium, membelai, tersenyum. Sedangkan kehangatan secara verbal seperti : memuji, merayu, mengatakan hal-hal yang menyenangkan.
5. Pola Asuh Penolakan Orang Tua ( Parental Rejection )
Ronald P Rohner menjelaskan penolakan orang tua berarti tidak diberikannya kehangatan, kasih sayang, dan cinta dari orang tua kepada anaknya secara psikis, fisik, dan verbal, yaitu:
a. Sikap permusuhan dan agresi ( Hostility and aggression )
b. Sikap tidak peduli dan melalaikan ( Indifferene and neglect)
c. Perasaan tidak dicintai ( Indifferentiated Regection )
6. Pola Asuh Pemaksaan Kekuatan ( Power Assertion )
Socha dan Stamp menjelaskna pangasuhan anak berdasarkan dimensi yang terdiri dari pemaksaan kekuatan, penarikan kasih sayang, dan induksi. Orang tua menerapkan disiplin dengan menggunakan teknik paksaan, ancaman, dan hukuman fisik tanpa penjelasan dan diskusi mengapa perintah itu harus dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar anak mematuhi orang tua secara mutlak.
7. Pola Asuh Penarikan Kasih Sayang ( Love with Drawal )
Socha dan Stamp menjelaskan pengasuhan anak berdasarkan dimensi displin melalui penarikan kasih sayang. Penarikan kasih sayang yang dilakukan oleh orang tua dalam bentuk: penolakan kepada anak, bentuk kemarahan secara non fisik kepada anak, mengisolasi anak, dan mengungkapkan ketidaksenangan kepada anak.
8. Pola Asuh Induksi ( Induction )
Socha dan Stamp menjelaskan pengasuhan anak berdasarkan dimensi disiplin melalui induksi. Cara orang tua mengasuh anak dalam menerapkan disiplin dilaksanakan dengan induksi atau penjelasan dan konsekuensi serta rasionalisasi atas segala perbuatan anak.
         Jadi dapat disimpulkan, pengasuhan yang diterapkan orang tua yang ideal adalah kombinasi atau campuran dari ketiga dimensi pola asuhan pengarahan, kehangatan, dan disiplin tersebut. Akan tetapi pola asuh yang diterapkan kepada anak biasanya ada yang lebih dominan.
Langkah orang tua  mengasuh anak yang bijaksana adalah:
a. memberikan cinta kasih sesuai dengan tahapan perkembangan dan pertumbuhan anak
b. menghargai anak sesuai dengan kondisi fisik dan psikis berdasarkan usianya.
c. memberikan hak anak secara utuh sesuai dengan menyiapkan kehidupan yang layak bagi anak.
d. memahami advokasi anak
e. menggunakan kata yang santun dalam berkomunikasi dan menegur anak.
f. memberikan teladan dalam kehidupan beragama, kehidupan sosial dan kewaspadaan diri.


[1] Luluk Aswan, s.s.,m.pd. (2009), pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga: mendidik dengan praktik, senyum media press. h.h.18-28

Tidak ada komentar:

Posting Komentar