Jumat, 12 April 2013

Pengertian Pendidikan Budi Pekerti Dalam Keluarga


Pengertian Pendidikan Budi Pekerti Dalam Keluarga
Kata pendidikan menurut etimologi berasal dari kata dasar didik. apabila diberi awalan me-, menjadi mendidik maka akan membentuk kata kerja yang berarti memelihara dan memberi latihan (ajaran). Sedangkan bila berbentuk kata benda akan menjadi pendidikan, yang memiliki arti proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mnedewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.5
Pendidikan menurut Riene Opeer (seorang ahli pendidikan Perancis modern di dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Umum), mengatakan pendidikan adalah serangkaian pelajaran serta efek yang ditimbulkan oleh seseorang terhadap manusia lain dalam memenuhi dorongannya, yang pada umumnya bertujuan membimbing kepada yang kecil, sedangkan sasaran yang membentuk si kecil agar mampu mengembangkan bakatnya yang beraneka ragam itu, dalam rangka memenuhi tugas perkembangan pada saat usia dewasa.6
Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai kebahagiaan dan keselamatan yang setinggi-tingginya.6
Sehingga pendidikan itu adalah sebuah proses persiapan generasi semenjak awal (pertama), dari sana tradisi masyarakat, nilai-nilainya, adapt istiadatnya akan pindah kepada anak. Demikian pula dengan budaya masyarakat juga akan mempengaruhi perkembangan anak. Untuk itulah pendidikan merupakan sebuah proses yang bertujuan menyempurnakan kepribadian seseorang, baik mental, fisik, ilmu maupun akhlak pada masyarakat tertentu.7
Budi pekerti adalah perangai atau sikap yang bisa dibina, dididik, dan dibentuk sesuai dengan harapan dan keinginan pembimbingnya.8
         Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat dimana anggota keluarga terkait dalam satu ikatan perkawinan dan bukan ikatan yang statis dan membelenggu dengan saling menjaga keharmonisan dengan yang lain.
         Pendidikan budi pekerti dalam keluarga adalah proses transformasi perilaku dan sikap di dalam kelompok atau unit sosial terkecil dalam masyarakat. Sebab keluarga merupakan lingkungan budaya yang pertama dan utama dalam menanamkan norma dan mengembangkan berbagai kebiasaan dan perilaku yang penting bagi kehidupan pribadi, kaluarga dan masyarakat.


5 WJS. Poerwardarminta, 1983, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, hal. 702
6 Aba Firdaus Alhalwani, 1995, Melahirkan Anak Sholeh, Yogyakarta: Mitra Pustaka, hal. 68
6 Suwarno, 1985, Pengantar Umum Pendidikan, Jakarta: Aksara Baru, hal. 2
7 Dr. Ali Ahmad Madkour, dkk. 2005, Anakku dengan Cinta Ibu Mendidikmu, Jakarta: Ailah, h. 107
8 Muhammad Nur Abdul Hafid (2004), Mendidik Anak Usia Dua Tahun Hingga Baligh Versi Rasulullah Bidang Sosial, Budi Pekerti dan Kejiwaan, Yogyakarta: Darussalam, h. 39.

Minggu, 07 April 2013

pola asuh orang tua dalam keluarga


Pola Asuh Orang Tua[1] dalam Keluarga
         Pengertian pola asuh adalah ragam asuhan yang diberikan kepada anak agar anak dapat mencapai harapan atau tujuan perkembangan yang diinginkan. Pola asuh menunjukkan sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anaknya. Cara orang tua menerapkan aturan, mengajarkan nilai atau norama, memberi perhatian dan kasih sayang, serta menunjukkan sikap dan perilaku yang baik sehingga dapat dijadikan contoh atau teladan bagi anaknya.
         D Baumridd membagi pola asuh pengarahan menjadi tiga, yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Sedangkan Ronald P Rohner menjelaskan pengasuhan berdasarkan dimensi kehangatan yaitu penerimaan dan penolakan orang tua terhadap anak. Serta Socha dan Stamp menjelaskan pengasuhan anak berdasarkan dimensi yang terdiri dari pemaksaan kekuatan, penarikan kasih sayang dan induksi.
1. Pola Asuh Otoriter
Dalam pola asuh ini, orang tua sangat dominant dalam menentukan kehidupan anaknya, baik dalam menyusun serangkaian peraturan maupun mengawasi anak dengan sangat teliti sehingga anak kehilangan kebebasan dan kemandirian untuk bertingkah laku karena aturan yang kaku atau telat.
2. Pola Asuh Permisif
Dalam pola asuh ini, orang tua membebaskan keinginan anak untuk menyenangkan hati anak akibat dari kesibukan orang tua di luar rumah. Orang tua di sini memberikan kebebasan bagi anak untuk menentukan kehidupannya walaupun perbuatan yang dilakukan oleh anak itu salah, namun orang tua tidak melarangnya. Sehingga pola asuh seperti ini akan berdampak negatif bagi anak, seperti suka melawan, tidak percaya diri, arogan, dan lain-lain.      
3. Pola Asuh Demokratis
Dalam pola asuh ini, orang tua demokratis bersikap menjelaskan tuntunan pada anak dengan responsive terhadap kebutuhan anak, menyusun standar yang jelas dan mengawasi serta mengarahkan tingkah laku yang tepat untuk usia perkembangan dan pertumbuhan anak.
4. Pola Asuh Penerimaan Orang Tua ( Parental Acceptance )
Rohner menjelaskan bahwa penerimaan orang tua dengan kehangatan, kasih sayang dan cinta yang diberikan oleh orang tua pada anaknya melalui dua macam ekspresi, yaitu secara fisik dan verbal. Kehangatan secara fisik misalnya: memeluk, mencium, membelai, tersenyum. Sedangkan kehangatan secara verbal seperti : memuji, merayu, mengatakan hal-hal yang menyenangkan.
5. Pola Asuh Penolakan Orang Tua ( Parental Rejection )
Ronald P Rohner menjelaskan penolakan orang tua berarti tidak diberikannya kehangatan, kasih sayang, dan cinta dari orang tua kepada anaknya secara psikis, fisik, dan verbal, yaitu:
a. Sikap permusuhan dan agresi ( Hostility and aggression )
b. Sikap tidak peduli dan melalaikan ( Indifferene and neglect)
c. Perasaan tidak dicintai ( Indifferentiated Regection )
6. Pola Asuh Pemaksaan Kekuatan ( Power Assertion )
Socha dan Stamp menjelaskna pangasuhan anak berdasarkan dimensi yang terdiri dari pemaksaan kekuatan, penarikan kasih sayang, dan induksi. Orang tua menerapkan disiplin dengan menggunakan teknik paksaan, ancaman, dan hukuman fisik tanpa penjelasan dan diskusi mengapa perintah itu harus dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar anak mematuhi orang tua secara mutlak.
7. Pola Asuh Penarikan Kasih Sayang ( Love with Drawal )
Socha dan Stamp menjelaskan pengasuhan anak berdasarkan dimensi displin melalui penarikan kasih sayang. Penarikan kasih sayang yang dilakukan oleh orang tua dalam bentuk: penolakan kepada anak, bentuk kemarahan secara non fisik kepada anak, mengisolasi anak, dan mengungkapkan ketidaksenangan kepada anak.
8. Pola Asuh Induksi ( Induction )
Socha dan Stamp menjelaskan pengasuhan anak berdasarkan dimensi disiplin melalui induksi. Cara orang tua mengasuh anak dalam menerapkan disiplin dilaksanakan dengan induksi atau penjelasan dan konsekuensi serta rasionalisasi atas segala perbuatan anak.
         Jadi dapat disimpulkan, pengasuhan yang diterapkan orang tua yang ideal adalah kombinasi atau campuran dari ketiga dimensi pola asuhan pengarahan, kehangatan, dan disiplin tersebut. Akan tetapi pola asuh yang diterapkan kepada anak biasanya ada yang lebih dominan.
Langkah orang tua  mengasuh anak yang bijaksana adalah:
a. memberikan cinta kasih sesuai dengan tahapan perkembangan dan pertumbuhan anak
b. menghargai anak sesuai dengan kondisi fisik dan psikis berdasarkan usianya.
c. memberikan hak anak secara utuh sesuai dengan menyiapkan kehidupan yang layak bagi anak.
d. memahami advokasi anak
e. menggunakan kata yang santun dalam berkomunikasi dan menegur anak.
f. memberikan teladan dalam kehidupan beragama, kehidupan sosial dan kewaspadaan diri.


[1] Luluk Aswan, s.s.,m.pd. (2009), pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga: mendidik dengan praktik, senyum media press. h.h.18-28

Sabtu, 06 April 2013

perkembangan bayi 6bln


Perkembangan Bayi 6 Bulan

bayi 6 bulanBayi adalah makhluk kecil yang sangat ajaib. Setiap perkembangannya sangatlah unik dan seringkali menjadi perhatian utama oleh para orang tua. Hal ini menjadi yang paling menarik untuk dipahami apalagi pada orang tua baru yang baru pertama kali mengikuti perkembangan buah hatinya. Setiap momen bayi adalah yang paling berharga untuk dipahami dan diikuti. Terkadang para orang tua baru tersebut haruslah memiliki pengetahuan yang luas terutama pada perkembangan bayi 6 bulan yang merupakan awal-awal penyesuaian bagi para orang tua baru akan lahirnya buah hati yang sangat mereka idam-idamkan sebelumnya. Artikel berikut mungkin akan memberikan gambaran pada anda lebih lanjut tentang detil perkembangan pada bayi di usia tersebut.
Jika anda mempunyai bayi berusia kurang dari 6 bulan, berikut kemungkinan yang sedang terjadi pada perkembangan buah hati kecil anda. Pada perkembangan bayi 6 bulan, bayi akan belajar memaksimalkan fungsi jari jemarinya dengan baik. Mereka akan berusaha menggerakkan dengan maksimal organ tangan mereka untuk memegang, mengidentifikasi sekelilingnya dengan kedua tangan yang lengkap denga jari jemarinya yang mungil untuk mengambil sesuatu yang terlihat oleh mata mereka dan mereka tidak segan-segan untuk memasukkan benda-benda tersebut ke dalam mulut mereka untuk membantu proses indentifikasi tersebut. Selain mengambil mereka juga akan berusaha menggenggam, memulkul, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lainnya.
Selanjutnya, penglihatan mereka juga berkembang dengan sangat baik. Mereka menggunakan matanya untuk mengidentifikasi orang-orang yang ada di sekelilingnya bahkan benda-benda kecil ataupun besar yang ada di sekelilingnya. Dalam hal berbahasa, perkembangan bayi 6 bulan juga menunjukkan jika pada seusia ini, bayi akan mengeluarkan kata-kata yang terdiri dari satu hruf konsonan dan satu huruf vokal seperti pada kata ‘ma’, ‘pa’, ‘na’, etc yang dikeluarkan dari mulutnya dengan nada yang ritmis atau berirama.

Tips

Bisa disimpulkan dari uraian di atas bahwa pada perkembangan bayi 6 bulan, bayi sangat belajar dari sekelilingnya dengan menggunakan inderanya dengan baik. Mereka akan mengekplorasi dengan baik keadaan sekelilingnya yang masih merupakan hal yang baru bagi mereka. dalam hal ini orang tua haruslah memfasilitasi dengan baik perkembangan buah hatinya dengan menyediakan mainan bayi yang sesuai dengan perkembangan bayi 6 bulan ini. Para orang tua bisa membelikan dan juga memberikan mainan berupa mainan yang lembut dan aman untuk digigit dan juga pilihlah mainan yang berbunyi untuk merangsang inderanya yang lain. Selain itu mulailah melakukan kebiasaan untuk membacakan cerita atau dongeng untuk buah hati anda walaupun mereka belum sepenuhnya mengerti dengan cerita yang anda bacakan. Yang paling terpenting adalah orang tua haruslah memberikan stimulus yang baik untuk motorik kasar dan juga motorik halusnya.


Sumber : Perkembangan Bayi 6 Bulan http://bidanku.com/index.php?/perkembangan-bayi-6-bulan#ixzz2Pgs4RZGx
Follow us: @bidanku on Twitter | bidanku on Facebook

Jumat, 05 April 2013

AYAH, BUNDA kemana kalian....????

ketika melihat sebuah tayangan iklan ditelevisi, sebuah iklan makan ringan yg sangat disukai oleh anak, ringan tapi ketika memaknai iklan tersebut betapa menohoknya bagi saya dan mungkin orang tua yg lain (bagi yang menyadarinya) seperti ini cuplikan iklannnya :
suatu hari sang anak bermain di meja bersama sang ayah yg baru saja pulang dari kantor dan langsung sibuk dg telepon genggamnya....
anak : ayah..ayah... hp ayah bisa diputer kaya gini nggak? sambil memutar dan membuka kepingan biskuit.
ayah : dengan bangganya sang ayah memutar telepon genggamnya dan berkata BISA
anak : kemudian san anak membuka biskuit yg digenggamnya dan berkata : klo dijilat bisa nggak? ehhmmmm sambil menjilat biskuit yg dipegangnya
ayah : sang ayah pun ngga mau kalah dg sang anak dan menjawab  dengan bangganya, BISA
anak : kalau di celupin bisa? sambil menyatukan kepingan biskuit dan memsukkannya kedalam susu yg tersedia dihapannya
ayah : hp ayah tidak suka air
anak : tadi ayah jilat henponnya ( sambil meledek sang ayah)
dst....
begitulah sekilas tayangan iklan biskuit oreo yg saya lihat, bukan maksud saya untuk promosi. namun, saya tertegun ketika berulang kali saya lihat iklan tersebut dan ternyata inti dari iklan tersebut yg dapat saya ambil hikmahnya adalah seorang anak yg merasa rindu akan kehadiran oorang tuanya, anak tersebut bukanlah seorang anak yg tidak memiliki orang tua namun anak tersebut kurang mendapati orang tuanya untuk bermain bersama dirinya, dia rindu akan kebersamaan dengan orang tuanya. bercanda, tertawa, bermain atau bahkan menemaninya untuk tidur dan membacakan dongeng atau bercerita tentang pengalamannya yg ia alami tadi siang.
ayah begitu sibuknya, dari pagi pergi kekantor bahkan sepulang dari kantorpun ayah masih sibuk akan urusan bisnisnya baik via telepon atau yang lainnya, sehingga melupakan keadaan yg ada dirumah.
sang bunda pun tidak mau kalah dg ayah, sibuk dirumah dg rutinitasnya memasak, bebersih rumah sudah selesai semuanya sang bunda pun terkadang ikut nimbrung dg ibu-ibu yg lain untuk arisan, dan sang anak hanya ditemani oleh pengasuhnya saja. itu jika san bunda yg notabene tidak memiliki kesibukan lain selain dirumah, tapi jika bunda yg memiliki pekerjaan diluar rumah seperti bekerja dikantor, guru, dokter, atau yg lainnya....???? secara otomatis sang anak diasuh oleh pengasuh yg dipekerjakan oleh orang tuanya.
sibuknya rutinitas orang tuanya sehingga melupakan kehadiran sang anak dirumah yg sangat membutuhkan perhatiannya, kasih sayangnya, belaian hangat, tempat mengadu ketika disekolah diganggu oleh temannya, dll.
benar dg kalian bekerja dapat memenuhi kebutuhan hidup dan materi buah hati kalian,
benar jika kalian menitipkan buah hatimu kepada pengasuh yg telah kalian pilih yg sesuai dg buah hatimu agar ada yg menjaganya,
benar dg kalian bekerja dapat menghilangkan kejenuhan dirumah, tapi......
apakah kalian tidak cemburu jika anakmu begitu dekat dan akrab dg pengasuhnya??
apakah kalian tidak rugi jika anakmu memiliki sifat dan watak seprti pengasuhnya??
apakah kalian tidak iri melihat setiap detik dan menit perubahan dan perkembangan buah hatimu???
anakmu memang membutuhkan kecukupan materi,
anakmu memang dijaga dg baik oleh pengasuhnya,
tetapi
anakmu membutuhkan kehadiranmu disisinya....
walau hanya sekian detik kalian berada didekatnya
walaupun sekian detik kalian bercakap-cakap dengannya
walaupun sekian detik kalian memeluknya dg hangat
itu sudah cukup untuk mengobati kerinduannya kepadamu duhai ayah dan bunda
itu sudah cukup untuk dirinya yg merasa diperhatikan olehmu....

untuk ayah dan bunda yg super sibuk diluar rumah, mau tau tips jitu menyeimbangkan pekerjaan dg mengasuh si buah hati.....?????


tunggu ya...... :D

Kamis, 04 April 2013

BATU MULIA harga NEGO

 BACAN PALAMEA
 AMETIS Kalimantan Barat
BACAN PALAMEA
 KALIMAYA asli dari Rangkas Bitung, Banten
 BLUE SAFIR
RUBBY












MINAT HUB. 0821.1017.2675 (hanya menerima SMS)

Rabu, 03 April 2013

BAJU MUSLIM ANAK

BMA 01
bahan : cotton yg lembut untuk anak2
spesifikasi : terdiri baju dalam yg berwarna polos dan rompi yg bermotif kotak2 yg terpisah dan krudung
harga : 70rb IDR/pcs untuk ukuran 0 s.d 6
           80rb IDR/pcs untuk ukuran 7 s.d 12
order lbh dr 3 disc 15%
tersedia dr ukuran 0 s.d 12
tersedia warna ungu, pink, dan kuning
free onkir untuk wilayah jabotabek
 BMA 02
bahan : cotton
spesifikasi : terdiri dr baju gamis didalam dg warna yg polos dan rompi yg berbentuk spt kekelawar, jilbab terpisah
tersedia warna hijau-pink, hijau-merah marun, hijau-kuning
harga : 70rb IDR/pcs untuk ukuran 0 s.d 6
           80rb IDR/pcs untuk ukuran 7 s.d 12
order lbh dr 3 disc 15%
free ongkir untuk jabotabek
MBA 03
bahan : kaos

harga : 70rb IDR/pcs untuk ukuran 0 s.d 6
           80rb IDR/pcs untuk ukuran 7 s.d 12
order lbh dr 3 disc 15%
free ongkir untuk jabotabek


 BMA 04
bahan : cotton
tersedia warna hijau daun, tosca, hijau lumut

harga : 70rb IDR/pcs untuk ukuran 0 s.d 6
           80rb IDR/pcs untuk ukuran 7 s.d 12
order lbh dr 3 disc 15%
free ongkir untuk jabotabek

BMA 05
bahan : cotton
tersedia warna pink, kuning, merah tua

harga : 70rb IDR/pcs untuk ukuran 0 s.d 6
           80rb IDR/pcs untuk ukuran 7 s.d 12
order lbh dr 3 disc 15%
free ongkir untuk jabotabek









minat hub. 082110172675 (hanya menerima SMS)